Recent post
Archive for Januari 2016
PEMROGRAMAN WEB DINAMIS DASAR
A. Teknologi aplikasi web berbasis
server
Web berdasarka teknologinya terbagi menjadi
2, yaitu web statis dan web dinamis. Sebelum
menuju perbedaan web statis dan web dinamis, kita akan membahas persamaannya.
Persamaan web statis dan web dinamis yaitu sama-sama keduanya merupakan suatu
website yang menampilkan halaman internet yang memuat informasi tertentu.
Adapun perbedaannya adalah:
ü Web statis
Web statis adalah website yang mana pengguna
tidak bisa mengubah konten (isi) dari web tersebut secara langsung menggunakan
browser. Interaksi yang terjadi antara pengguna dan server hanyalah seputar
pemrosesan link saja. Halaman-halaman web tersebut tidak memiliki database,
data dan informasi yang ada pada web statis tidak berubah-ubah kecuali diubah
syntaxnya. Dokumen web yang dikirim kepada client akan sama isinya dengan apa
yang ada diweb server.
Contoh dari web statis adalah web yang
berisi profil perusahaan. Disana hanya ada beberapa halaman saja dan kontennya
hamper tidak pernah berubah karena konten langsung diletakkan dalam file HTML
saja.
ü Web dinamis
Dalam web dinamis, interaksi yang terjadi
antara pengguna dan server sangat komplek. Seseorang bisa mengubah konten dari
halaman tertentu dengan menggunakan browser. Request (permintaan)dari pengguna
dapat diposes oleh server yang kemudian ditampilkan dalam isi yang berbeda-beda
menurut alur programnya. Halaman-halaman web tersebut memiliki database. Web
dinamis memiliki data dan informasi yang berbeda-beda tergantung input data
yang disampaikan client.
Perbedaan
web statis dan web dinamis:
Ø Ineraksi
antara pengunjung dan pemilik web
Dalam web statis tidak dimungkinkan
terjadinya interaksi antara pengunjung denga pemilik web. Sementara dala web
dinamis terjadi interaksi antara pengunjung dengan pemilik web seperti
memberikan komentar, transaksi online, forum, dll.
Ø Bahasa
skrip yang digunakan
Web statis hanya menggunakan html saja, atau
paling tidak bisa ditanbah dengan CSS. Sedangkan web dinamis menggunakan bahasa
pemrograman web yang lebih komplek seperti PHP, ASP, Java Script, JSP, dll.
Ø Penggunaan
database
Web statis tidak menggunakan database karena
tida ada data yang perlu disimpan dan di proses. Sedangkan web dinamis
menggunakan database seperti MySQL, Orade, dll. Untuk menyimpan dan memproses
data.
Ø Konten
Konten dalam web statis hanya diberikan oleh
pemilik web dan jarang di update, sementara konten dalam web dinamis bisa
berasal dari pengunjung dan bisa juga dari admin (pemilik web).
Berikut
ini adalah komponen-komponen penyusun web, baik web statis maupun web dinamis,
antara lain:
1. Bahasa pemrograman (Scriping Language)
Secara garis besar ada 2 kategori:
a) Client
side scriping,
Contohnya: HTML, HTMLS, XHTML, CSS (Casading
Sheet Style), Java Script, VBscript, JQuery.
Untuk client side scriping eksekusinya
dilakukan pada web browser secara langsung. Ini karena diperintah client side
scripng. Library ini disebut web engine
b) Server
side scriping
Contohnya: ASP (Active Server Page), PHP,
Java server page.
Untuk server side scriping eksekusinya
dilakukan di sisi server oleh sebuah module yang disebut web engine. Contoh,
jika menggunakan script PHP, maka enginenya adalah zend engine.
2. Web editor
Merupakan program aplikasi untuk mengetikan
perintah-perintah dokumen web baik client side atau server side. Saat ini
banyak tersedia web editor mulai dari yang paling sederhana hingga yang lebih
smart.
Contoh: notped, notepad++, adobe
dreamweaver, dll.
3. Web browser
Web browser adalah
Suatu program atau software yang digunakan yang digunakan untuk menjelajahi
internet atau untuk mencari informasi dari suatu web yang tersimpan di dalam
komputer. Dengan menggunakan web browser para pengguna internet dapat mengakses
berbagai informasi yang terdapat di internet dengan mudah. Beberapa contoh Web
browser diantaranya adalah Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome,
Opera Mini dll
4. Web server
merupakan
sebuah software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima
permintaan dari HTTP atau HTTPS
pada klien yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser dan
untuk mengirimkan kembali yang hasilnya dalam bentuk beberapa halaman web dan
pada umumnya akan berbentuk dokumen HTML. itulah pengertian web server sebenarnya.
dalam bentuk sederhana web server akan mengirim data HTML kepada permintaan web
Browser sehingga akan terlihat seperti pada umumnya yaitu sebuah tampilan
5. Database server
Adalah sebuah program komputer yang
menyediakan layanan pengelolaan basis data dan melayani komputer atau program
aplikasi basis data yang menggunakan model klien/server. Istilah ini juga
merujuk kepada sebuah komputer (umumnya merupakan server) yang didedikasikan
untuk menjalankan program yang bersangkutan. Sistem manajemen basis data (SMBD)
pada umumnya menyediakan fungsi-fungsi server basis data, dan beberapa SMBD
(seperti halnya MySQL atau Microsoft SQL Server) sangat bergantung
kepada model klien-server untuk mengakses basis datanya.
6. Image editor
Image Editor
adalah Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat halaman-halaman web, baik
yang bersifat statis maupun dinamis. Sebuah web statik adalah salah satu web
yang dimaintaining secara manual oleh beberapa orang yang menggunakan software
editor, karena di dalam web statik merupakan salah satu website yang isi di
dalam website tersebut tidak dimaksudkan untuk di update secara berkala.
Tugas
1. Lengkapi
catatan (penjelasan dari web browser, web server, database server, dan image
editor)
2. Convrent
file word ke format Pdf
Web Server
Web
server yaitu sebuah sarana dari layanan sebuah website atau biasa disebut
dengan WWW (world wide web). Sebuah web server akan menunggu sebuah permintaan
dari seorang client untuk menggunakan sebuah browser, seperti browser internet
explorer, google chrome, Mozilla firefox, opera, dll. Jika ada sebuah
permintaan dari browser, maka sebuah web server akan langsung memproses suatu permintaan
tersebut dan kemudian akan memberika hasil prosesnya yaitu berupa data yang
diinginkan dan akan di tampilkan pada halaman website.
Contoh
aplikasi web server:
Ä Apache
Apache biasa digunakan untuk membuat wesite
secara offline dan mendevelop website. Jika sebuah fix berhasil maka akan
dijadikan web secara online. Apache yaitu web server yang biasa digunakan pada
pemrograman web berbasis server. Biasanya program menginstall di computer
local. Apache juga aplikasi open source.
Ä Xampp
Xampp merupakan paket aplikasi yang
digunakan sebagai web server. Paket xampp, yaitu:
a) Apache
b) My.Sql
c) Filezilla
d) Mercury
e) Tomcat
PHP
& MySQL
Php
adalah bahasa pemrograman yang paling banyak dipakai. Php banyak dipakai untuk
membuat situs web dinamis. Php (Php Hypertext Preprocessing)
Kelebihan
Php dari bahasa pemrograman lain:
a. Bahasa
pemrograman Php adalah sebuah bahasa yang tidak melakukan kompilasi dalam
penggunaannya.
b. Web
server yang mendukung Php dapat ditemukan dimana-mana seperti apache, IIS, dll.
c. Dalam
sisi pengembangan lebih mudah.
d. Dalam
sisi pemahaman, Php adalah bahasa pemrograman yang paling mudah karena memiliki
referensi yang banyak.
e. Php
adalah bahasa open source yang dapat digunakan diberbagai system oprasi (linux,
unix, machintos, windows, android, dll).
Syntax Php
Kode
Php di tulis di teks editor, sama halnya seperti HTML. Kode Php bisa digabung
dengan kode HTML, Java script, CSS, dll. Penulisan kode Php harus diawali
dengan <?Php dan diakhiri ?>. untuk mengakhiri baris kode Php haru diberi
tanda titik koma (;) diakhir baris kode Php. Untuk penulisan komentar diawali
dengan tanda (//) atau diantara /* dan */
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$text=”DIO PANDINATA PARDEDE”;
echo $text
?>
</body>
</html>
Catatan:
1. Untuk
menjalankan php, maka terlebih dahulu mengaktifkan control xampp (start apache)
dalam keadaan tidak error.
2. Semua
file php disimpan di directiri C:\\xampp\.htdocs
3. Jalankan
pada browser dengan mengetikaannya pada url
Contoh: http://localhost/lat_php/widia.php
127.0.0.1/lat_php/widia.php
Tuliskan atau ketikan Sejarah, pengertian,
kelemahan, dan kelebihan MySQL
Jawaban
Sejarah MySQLpada
awalnya diciptakan pada tahun 1979, oleh Michael “Monty” Widenius, seorang
programmer komputer asal Swedia. Monty mengembangkan sebuah sistem database
sederhana yang dinamakan UNIREG yang menggunakan koneksi low-level ISAM
database engine dengan indexing. Pada saat itu Monty bekerja pada perusahaan
bernama TcX di Swedia.
TcX pada tahun 1994
mulai mengembangkan aplikasi berbasis web, dan berencana menggunakan UNIREG
sebagai sistem database. Namun sayangnya, UNIREG dianggagap tidak cocok untuk
database yang dinamis seperti web.
TcX kemudian mencoba
mencari alternatif sistem database lainnya, salah satunya adalah mSQL
(miniSQL). Namun mSQL versi 1 ini juga memiliki kekurangan, yaitu tidak
mendukung indexing, sehingga performanya tidak terlalu bagus.
Dengan tujuan
memperbaiki performa mSQL, Monty mencoba menghubungi David Hughes (programmer
yang mengembangkan mSQL) untuk menanyakan apakah ia tertarik mengembangkan
sebuah konektor di mSQL yang dapat dihubungkan dengan UNIREG ISAM sehingga
mendukung indexing. Namun saat itu Hughes menolak, dengan alasan sedang
mengembangkan teknologi indexing yang independen untuk mSQL versi 2.
Dikarenakan
penolakan tersebut, David Hughes, TcX (dan juga Monty) akhirnya memutuskan
untuk merancang dan mengembangkan sendiri konsep sistem database baru. Sistem
ini merupakan gabungan dari UNIREG dan mSQL (yang source codenya dapat bebas
digunakan). Sehingga pada May 1995, sebuah RDBMS baru, yang dinamakan MySQL
dirilis.
David Axmark dari
Detron HB, rekanan TcX mengusulkan agar MySQL di ‘jual’ dengan model bisnis
baru. Ia mengusulkan agar MySQL dikembangkan dan dirilis dengan gratis.
Pendapatan perusahaan selanjutnya di dapat dari menjual jasa “support” untuk
perusahaan yang ingin mengimplementasikan MySQL. Konsep bisnis ini sekarang
dikenal dengan istilah Open Source.
Pada tahun 1995 itu
juga, TcX berubah nama menjadi MySQL AB, dengan Michael Widenius, David Axmark
dan Allan Larsson sebagai pendirinya. Titel “AB” dibelakang MySQL, adalah
singkatan dari “Aktiebolag”, istilah PT (Perseroan Terbatas) bagi perusahaan
Swedia.
MySQL Biasanya
dikendalikan secara administratif menggunakan bahasa pemrograman PHP yang user
interfacenya dalam bentuk phpMyAdmin.
Pengertian MySQLadalah
sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (Bahasa Inggris:database
management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6
juta instalasi di seluruh dunia.
Kelebihan MySQL
1.
Portabilitas.
MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi
seperti Windows,
Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2.
Perangkat lunak
sumber terbuka.
MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak
sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
3.
Multi-user.
MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam
waktu yang
bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
4.
Performance tuning.
MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam
menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL
per satuan waktu.
5. Ragam tipe data.
MySQL memiliki
ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float,
double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
6. Perintah dan Fungsi.
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang
mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
7. Keamanan.
MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level
subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang
mendetail serta sandi
terenkripsi.
terenkripsi.
1.
Skalabilitas dan
Pembatasan.
MySQL mampu menangani
basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records)
lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat
ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
2.
Konektivitas.
MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan
protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
3.
Lokalisasi.
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien
dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa
Indonesia belum termasuk di dalamnya.
11. MySQL memiliki antar muka (interface)
terhadap berbagai aplikasi dan
bahasa pemrograman dengan menggunakan
fungsi API (Application Programming
Interface).
Interface).
12. Klien dan Peralatan.
MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool) yang
dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap
peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
Kekurangan MySQL
·
Untuk koneksi ke bahasa pemrograman visual seperti vb,
delphi, dan foxpro, mysql kurang support, karena koneksi ini menyebabkan field
yang dibaca harus sesuai dengan koneksi
dari program visual tersebut, dan ini yang menyebabkan mysql jarang dipakai dalam
program visual.
dari program visual tersebut, dan ini yang menyebabkan mysql jarang dipakai dalam
program visual.
·
Data yang ditangani belum begitu besar
·
Dari sisi security , atau keamanan, yang agak terlalu
sederhana bagi sebuah SQL Engine, meskipun tidak sesederhana SQLite yang juga
datang dari dunia Open Source dan cukup
digemari para Web Developer .
digemari para Web Developer .
Oprator PHP
4. Operator
Aritmatika
Operator
|
Deksripsi
|
Contoh
|
Hasil
|
+
|
Penambahan
|
3+4
|
7
|
-
|
Pengurangan
|
12-6
|
6
|
*
|
Perkalian
|
3*3
|
9
|
/
|
Pembagian
|
4/2
|
2
|
%
|
Sisa hasil pembagian
|
5%2
|
1
|
++
|
Penambahan
satu-satu
|
X=6
X++
|
X=7
|
--
|
Pengurangan satu-satu
|
X=9
x--
|
X=8
|
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$x=10;
$y=4;
$a=$x+$y;
Echo
$a.”<br>”;
$b=$x-$y;
Echo
$b.”<br>”;
$c=$x*$y;
Echo
$c.”<br>”;
$d=$x/$y;
Echo
$d.”<br>”;
$e=$x%$y;
Echo
$e.”<br>”;
?>
</body>
</html>
5.
Operator Pembanding
Operator
|
Deksripsi
|
==
|
Sama
Dengan
|
!=
|
Tidak Sama Dengan
|
>
|
Lebih
Besar Dari
|
<
|
Lebih Kecil Dari
|
>=
|
Lebih
Besar Sama Dengan
|
<=
|
Lebih Kecil Sama
Dengan
|
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$x=10;
If($x>10){
echo”x
lebih besar dari 10”;
}else
if($x==10){
echo”x
sama dengan 10”;
}else
if($x<10){
echo”x
lebih kecil dari 10”;
}
?>
</body>
</html>
6.
Operator Logika
Operator
|
Deksripsi
|
&&
|
Dan
|
||
|
Atau
|
!
|
Bukan
|
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$x=10;
$y=5;
If($x>8&&$y<6){
echo”true”;
}else{
echo”false”;
}
</body>
</html>
7.
Kondisional di PHP
Kondisisonal berguna untuk
mengecek suatu kondisi dan melakukan suatu kode jika kondisi tersebut benar
atau salah
If
Syntax:
If(kondisi){
Kode yang dijalankan jika
benar
}
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$x=10;
If($x==10){
echo”hai apa kabar”;
}
?>
</body>
</html>
If-else-if-else
Jika membutuhkan kondisi
yang banyak.
Syntax:
If(kondisi 1){
Kode dijalankan jika
kondisi 1 benar
}else if(kondisi 2){
Kode dijalankan jika
kondisi 2 benar
}else if(kondisi 3){
Kode dijalankan jika
kondisi 3 benar
}else{
Kode dijalankan jika
kondisi diatur tidak ada yang benar
}
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$nilai=80;
If($nilai<=85){
echo “A”;
}else If
($nilai>=70&&$nilai<85){
echo”B”;
}else If($nilai>=60
&&$nilai<70) {
Eecho”C”;
}ese{
echo “D”;
}
?>
</body>
</html>
Tugas proyek :
cover
Winrar
Switch
Sama seperti
if-else-if-else, berguna untuk kondisi yang banyak.
Syntax:
Switch(ekspresi){
Case kondisi 1:
Kode dijalankan jika
kondisi 1 benar
Break;
Case kondisi 2:
Kode dijalankan jika
kondisi 2 benar
Break;
Case kondisi 3:
Kode dijalankan jika
kondisi 3 benar
Break;
}
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$buah=”manga”;
Switch($buah){
Case”apple”:
Echo”buahnya adalah apple”;
Break;
Case”manga”:
Echo”buahnya adalah manga”;
Break;
Case”jambu”:
Echo”buahnya adalah jambu”;
Break;
}
?>
</body>
</html>
8.
Looping di PHP
For
Berguna untuk pengulangan
yang sudah ditentukan.
Syntax:
For(awal;kondisi;penambahan){
Kode yang dijalankan
}
Contoh:
<html>
<body>
<?php
For($i=1;$i<=10;$i++{
Echo $i.”<br>”;
]
?>
</body>
</html>
While
Berguna untuk kode terus
menerus selama kondisi bernilai true
Syntax:
While(kondisi){
Kode untuk dijalankan
}
Contoh:
<html>
<body>
<?php
While($i<=5){
Echo”nomor:”.$i.”</br>”;
$i++;
}
?>
</body>
</html>
9.
For each
Perulangan untuk array yang
mempunyai nilai
Syntax:
Foreach (array as value) {
Statement
}
Atau
Foreach (array as $key
=>value) {
Statement
}
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$arr=array(“satu”,”dua”,”tiga”);
Foreach($arr as
$key=>$value){
Echo”key:$key;value:$value<br/>/n”;
}
?>
</body>
</html>
10.
Php array
Variable adalah tempat
menyimpan data dalam memory. Atau sering disebut variable khusus untuk
menyimpan beberapa nilai dalam suatu variable tunggal.
Type array dalam php,
yaitu: numeric array, associative array, multi deminsional array.
a.
Numeric
array
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$hari[0]="senin";
$hari[1]="selasa";
$hari[2]="rabu";
$hari[3]="kamis";
$hari[4]="jumat";
$hari[5]="sabtu";
$hari[6]="minggu";
echo"sekarang adalah
$hari[3] <br/>";
for($i=0;$i<=6;$i++){
echo"$hari[$i]<br/>\n";
}
?>
</body>
</html>
b.
Array
associative
Contoh:
<html>
<body>
<?php
array("senin"=>"ayam","selasa"=>
"lele","rabu"=>"tempe",
"kamis"=>"tahu","jumat"=>"teri",
"sabtu"=>"kerupuk","minggu"=>"puasa");
echo"menu hari senin
adalah ayam<br/>\n";
?>
</body>
</html>
c.
Multidimonsional
array
Berarti array di dalam
array. Pemanggilan array ini bisa menggunakan numeric array ataupun associative
array.
Contoh:
<html>
<body>
<?php
$makan=array(array("pagi"=>"bubur",
"siang"=>"ayam","sore"=>"bebek"),
Array("pagi"=>"bubur","siang"=>"tahu","sore"=>"tempe"));
echo"manu makan pada
hari senin pagi adalah ".$makan[0]["pagi"];
echo"<br/>";
echo"manu makan pada
hari senin pagi adalah ".$makan[1]["sore"];
?>
</body>
</html>
Tugas
Buat
kode php, dengan hasil seperti di bawah
ini;
Penjumlahan:4+2=6
Pengurangan:4-2=2
Pembagian:4/2=2
Perkalian:4*2=8
Penyelesaian:
<html>
<body>
<?php
$x=4;
$y=2;
echo"penjumlahan:
4 + 2 = ";
$a=$x+$y;
echo
$a."<br>";
echo"pengurangan:
4 - 2 = ";
$b=$x-$y;
echo
$b."<br>";
echo"pembagian:
4 / 2 = ";
$c=$x/$y;
echo
$c."<br>";
echo"perkalian:
4 * 2 = ";
$d=$x*$y;
echo
$d."<br>";
?>
</body>
</html>
Kisikisi
1. Kegunaan
dan fungsi apache
2. Web
statis dan dinamis
3. Type
data pada MySQL
4. 5
komponen penyusun web
Praktek
Buatlah
kode php dari hasil berikut
Dengan:
x=10 dan y=5
Penjumlahan:x+y=15
Pengurangan:x-y=5
Perkalian:x*y=50
Pembagian:x/y=2
Fungsi dalam PHP
Fungsi
(function) dalam bahasa pemrograman adalah kode program yang dirancang untuk
menyelesaikan sebuah tugas tertentu, dan merupakan bagian dari program utama.
Kita dapat membuat fungsi sendiri atau menggunakan fungsi yang dibuat oleh
progremer lainnya.
Dalam
dunia pemrograman terdapat istilah “lazy programing” yang artinya
bukanlah progremer yang malas tetapi, dari pada membuat kode program umum dari
dasar, kita bisa menggunakan fungsi yang telah dibuat sebelumnya. Php bahkan
menyediakan library fungsi bawaan yang tersedia untuk membantu kita dalam
merancang sebuah program.
« Bentuk
umum
Function namafungsi() {
Kode yang dieksekusi
}
Keterangan:
Ä Namafungsi
merupakan namafungsi yang ditentukan sendiri
Ä Namafungsi
tidak bolah diawali dengan angka
Ä Semua
kode php yang dieksekusi benda didalam fungsi, { }
Contoh:
<html>
<body>
<?php
function
fungsinama()
{
echo"Nama
saya adalah Asep";
}
fungsinama();
?>
</body>
</html>
Menambahkan parameter pada fungsi PHP
Dalam
fungsi php, kita bisa menambahkan parameter. Parameter diletakkan dalam tanda
kurung setelah namafungsi. Anda bisa memasukkan jumlah parameter lebih dari
satu degan menambahkkan tanda koma setelah parameter sebelumnya.
Contoh:
<html>
<body>
<?php
function
printnilai($x)
{
echo"Nilai
Parameter Adalah: ".$x;
}
$variabelku=2;
printnilai($variabelku);
?>
</body>
</html>
Contoh
fungsi dengan lebih dari 1 palameter:
<html>
<body>
<?php
function
perkalian($x,$y)
{
$total=$x*$y;
echo
"Hasil Dari Perkalian $x Dengan $y Adalah " .$total;
}
$var1=2;
$var2=4;
print
perkalian ($var1,$var2);
?>
</body>
</html>
Mengatur nilai defauld pada parameter nilai php
Kita
bisa mengatur defauld dari parameter. Bila user tidak memberikan nilai
parameter maka secara otomatis fungsi akan memberikan nilai defauld.
Contoh:
<html>
<body>
<?php
function
printnama($nama=NULL)
{
echo
$nama . "<br/>";
}
printnama("NAMAKU
DIO PANDINATA PARDEDE");
printnama();
?>
</body>
</html>
Fungsi php dengan nilai kembali
Nilai
kembali maksudnya sebuah fungsi akan menghasilkan nilai dan bisa dimasukkan
nilainya kesebuah variable dan bisa berguna untuk menetapkan sebuah kondisi.
Dengan menambah syntax returnkita akan menghasilkan
fungsi nilai kembali.
Contoh:
<html>
<body>
<?php
function
perkalian($x,$y)
{
$total=$x*$y;
return
$total;
}
$var1=3;
$var2=4;
$nilai_return=perkalian($var1,$var2);
echo"nilai
return adalah: " . $nilai_return;
?>
</body>
</html>
Mengelolah database dengan menggunakan MySQL
Database
merupakan kumpulan dari table yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu
data dan informasi untuk menbantu manusia dalam melakukan pekerjaannya.
Beberapa
aplikasi yang digunakan untuk mengelolah database seperti MySQL, SQL Server,
oracle, dll yang memiliki keunggulan masing-masing. Materi kali ini kita akan
membahas tentang MySQL. Adapun beberapa keuntungan MySQL, antara lain:
5.
Portabilitas.
MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi
seperti Windows,
Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
6.
Perangkat lunak
sumber terbuka.
MySQLdidistribusikansebagaiperangkatlunak
sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
7.
Multi-user.
MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam
waktu yang
bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
8.
Performance tuning.
MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam
menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL
per satuan waktu.
5. Ragam tipe data.
MySQL memiliki
ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float,
double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
6. Perintah dan Fungsi.
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang
mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
7. Keamanan.
MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level
subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang
mendetail serta sandi
terenkripsi.
terenkripsi.
11.
Skalabilitas dan
Pembatasan.
MySQL mampu menangani
basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records)
lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat
ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
12.
Konektivitas.
MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan
protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
13.
Lokalisasi.
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien
dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa
Indonesia belum termasuk di dalamnya.
11. MySQL memiliki antar muka (interface)
terhadap berbagai aplikasi dan
bahasa pemrograman dengan menggunakan
fungsi API (Application Programming
Interface).
Interface).
12. Klien dan Peralatan.
MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool) yang
dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap
peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
Untuk membuat table pada MySQL maka terlebih dahulu
kita harus mengerti type-type data MySQL untuk membuat struktur table. Ada tye
data pada MySQL adalah sebagai berikut:
1. Tipe Numerik
Tipe data numerik digunakan
untuk menyimpan data numeric (angka). Ciri utama data numeric adalah suatu data
yang memungkinkan untuk dikenai operasi aritmatika seperti pertambahan,
pengurangan, perkalian dan pembagian. Berikut ini tipe field (kolom) di MySQL
yang termasuk ke dalam kelompok tipe numerik:
a. TINYINT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan : -128 s/d 127
Ukuran : 1 byte (8 bit).
b. SMALLINT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif..
Jangkauan : -32.768 s/d 32.767
Ukuran : 2 byte (16 bit).
c. MEDIUMINT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan : -8.388.608 s/d 8.388.607
Ukuran : 3 byte (24 bit)
d. INT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan : -2.147.483.648 s/d 2.147.483.647
Ukuran : 4 byte (32 bit).
e. BIGINT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan : ± 9,22 x 1018
Ukuran : 8 byte (64 bit)
f. FLOAT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif presisi tunggal.
Jangkauan : 3.402823466E+38 s/d -1.175494351E-38, 0, dan 1.175494351E-38 s/d 3.402823466E+38.
Ukuran : 4 byte (32 bit).
g. DOUBLE
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif presisi ganda.
Jangkauan : -1.79...E+308 s/d -2.22...E-308, 0, dan 2.22...E-308 s/d 1.79...E+308.
Ukuran : 8 byte (64 bit).
h. REAL
Penggunaan : Merupakan sinonim dari DOUBLE.
i. DECIMAL
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif.
Jangkauan : -1.79...E+308 s/d -2.22...E-308, 0, dan 2.22...E-308 s/d 1.79...E+308.
Ukuran : 8 byte (64 bit).
j. NUMERIC
Penggunaan : Merupakan sinonim dari DECIMAL.
a. TINYINT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan : -128 s/d 127
Ukuran : 1 byte (8 bit).
b. SMALLINT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif..
Jangkauan : -32.768 s/d 32.767
Ukuran : 2 byte (16 bit).
c. MEDIUMINT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan : -8.388.608 s/d 8.388.607
Ukuran : 3 byte (24 bit)
d. INT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan : -2.147.483.648 s/d 2.147.483.647
Ukuran : 4 byte (32 bit).
e. BIGINT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan : ± 9,22 x 1018
Ukuran : 8 byte (64 bit)
f. FLOAT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif presisi tunggal.
Jangkauan : 3.402823466E+38 s/d -1.175494351E-38, 0, dan 1.175494351E-38 s/d 3.402823466E+38.
Ukuran : 4 byte (32 bit).
g. DOUBLE
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif presisi ganda.
Jangkauan : -1.79...E+308 s/d -2.22...E-308, 0, dan 2.22...E-308 s/d 1.79...E+308.
Ukuran : 8 byte (64 bit).
h. REAL
Penggunaan : Merupakan sinonim dari DOUBLE.
i. DECIMAL
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif.
Jangkauan : -1.79...E+308 s/d -2.22...E-308, 0, dan 2.22...E-308 s/d 1.79...E+308.
Ukuran : 8 byte (64 bit).
j. NUMERIC
Penggunaan : Merupakan sinonim dari DECIMAL.
2. Tipe Date dan Time
Tipe data date dan time digunakan
untuk menyimpan data tanggal dan waktu. Berikut ini tipe field (kolom) di MySQL
yang termasuk ke dalam kelompok tipe date dan time:
a. DATE
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data tanggal.
Jangkauan : 1000-01-01 s/d 9999-12-31 (YYYY-MM-DD)
Ukuran : 3 byte.
b. TIME
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data waktu.
Jangkauan : -838:59:59 s/d +838:59:59 (HH:MM:SS)
Ukuran : 3 byte.
c. DATETIME
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data tanggal dan waktu.
Jangkauan : '1000-01-01 00:00:00' s/d '9999-12-31 23:59:59'
Ukuran : 8 byte.
d. YEAR
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data tahun dari tanggal.
Jangkauan : 1900 s/d 2155
Ukuran : 1 byte.
a. DATE
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data tanggal.
Jangkauan : 1000-01-01 s/d 9999-12-31 (YYYY-MM-DD)
Ukuran : 3 byte.
b. TIME
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data waktu.
Jangkauan : -838:59:59 s/d +838:59:59 (HH:MM:SS)
Ukuran : 3 byte.
c. DATETIME
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data tanggal dan waktu.
Jangkauan : '1000-01-01 00:00:00' s/d '9999-12-31 23:59:59'
Ukuran : 8 byte.
d. YEAR
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data tahun dari tanggal.
Jangkauan : 1900 s/d 2155
Ukuran : 1 byte.
3. Tipe String (Text)
Tipe data string digunakan
untuk menyimpan data string (text). Ciri utama data string adalah suatu data
yang memungkinkan untuk dikenai operasi aritmatika seperti pertambahan,
pengurangan, perkalian dan pembagian. Berikut ini tipe field (kolom) di MySQL
yang termasuk ke dalam kelompok tipe string:
a. CHAR
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data string ukuran tetap.
Jangkauan : 0 s/d 255 karakter
b. VARCHAR
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data string ukuran dinamis.
Jangkauan : 0 s/d 255 karakter (versi 4.1), 0 s/d 65.535 (versi 5.0.3)
c. TINYTEXT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data text.
Jangkauan : 0 s/d 255 karakter (versi 4.1), 0 s/d 65.535 (versi 5.0.3)
d.TEXT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data text.
Jangkauan : 0 s/d 65.535 (216 - 1) karakter
e. MEDIUMTEXT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data text.
Jangkauan : 0 s/d 224 - 1 karakter
f. LONGTEXT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data text.
Jangkauan : 0 s/d 232 - 1 karakter
a. CHAR
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data string ukuran tetap.
Jangkauan : 0 s/d 255 karakter
b. VARCHAR
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data string ukuran dinamis.
Jangkauan : 0 s/d 255 karakter (versi 4.1), 0 s/d 65.535 (versi 5.0.3)
c. TINYTEXT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data text.
Jangkauan : 0 s/d 255 karakter (versi 4.1), 0 s/d 65.535 (versi 5.0.3)
d.TEXT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data text.
Jangkauan : 0 s/d 65.535 (216 - 1) karakter
e. MEDIUMTEXT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data text.
Jangkauan : 0 s/d 224 - 1 karakter
f. LONGTEXT
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data text.
Jangkauan : 0 s/d 232 - 1 karakter
4. TIPE BLOB (BINER)
Tipe data blob digunakan
untuk menyimpan data biner. Tipe ini biasanya digunakan untuk menyimpan
kode-kode biner dari suatu file atau object. BLOB merupakan singkatan dari
Binary Large Object. Berikut ini tipe field (kolom) di MySQL yang termasuk ke
dalam kelompok tipe blob:
a. BIT (sejak versi 5.0.3)
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 64 digit biner
b. TINYBLOB
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 255 byte
c. BLOB
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 216 - 1 byte
d. MEDIUMBLOB
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 224 - 1 byte
e. LONGBLOB
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 232 - 1 byte
a. BIT (sejak versi 5.0.3)
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 64 digit biner
b. TINYBLOB
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 255 byte
c. BLOB
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 216 - 1 byte
d. MEDIUMBLOB
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 224 - 1 byte
e. LONGBLOB
Penggunaan : digunakan untuk menyimpan data biner.
Jangkauan : 232 - 1 byte
5.
Tipe Data yang Lain
Selain
tipe data di atas, MySQL juga menyediakan tipe data yang lain. Tipe data di
MySQL mungkin akan terus bertambah seiring dengan perkembangan versi MySQL.
Berikut ini beberapa tipe data tambahan MySQL:
a. ENUM
Penggunaan : Enumerasi (kumpulan data).
Jangkauan : Sampai dengan 65535 string.
b. SET
Pengunaan : Combination (himpunan data).
Jangkauan : Sampai dengan 255 string anggotas.
a. ENUM
Penggunaan : Enumerasi (kumpulan data).
Jangkauan : Sampai dengan 65535 string.
b. SET
Pengunaan : Combination (himpunan data).
Jangkauan : Sampai dengan 255 string anggotas.
Contoh:
suatu sekolah mempunyai system informasi perpustakaan,
Nama
database: perpusDB
Table:
anggota, buku, peminjaman, pengembalian
Struktur
table anggota:
File name
|
Data type
|
lenght
|
keterangan
|
Nis
|
varchar
|
10
|
Primarykey
|
Nm_Siswa
|
varchar
|
25
|
|
Tmp_Lahir
|
varchar
|
30
|
|
Tgl_Lahir
|
Date/time
|
||
Agama
|
varchar
|
15
|
|
Alamat
|
varchar
|
50
|
|
No_hp
|
varchar
|
12
|
Untuk
membuat database menggunakan Xampp:
1. Aktifkan
apache & MySQL
2. Buka
browser
3. Ketikan
url: localhost/phpmyadmin atau 127.0.0.1/phpmyadmin
4. Untuk
membuat database baru dengan cara mengklik menu database, buat nama database,
klik go.
5. Membuat
name
6. Membuat
table, klik database yang sudah dibuat.
Create
table filed
Anggota 7 Go
ü Membuat database dengan perintah SQL
Untuk
membuat database degam perintah MySQL adalah dengan perintah create.
Create
Database NamaDatase;
Contoh:
Create
database rumahsakitDB;
ü Membuat table dengan perintah SQL
Bentuk
umum:
Create
table namatabel(
Fieldname)
Contoh:
Create
table pasien(
No_pasien
varchar (10) primarykey,
Nm_pasien
varchar (25),
Sex
char (10),
Umur
int,
Alamat
varchar (50),
Penyakit
varchar (30))
tugas
1. Buat
database apotik
2. Buat
table obat dengan struktur
Fieldname
|
Data
type
|
Size
|
Deksripsi
|
Kd_obat
|
varchar
|
10
|
Primary key
|
Nm_obat
|
varchar
|
30
|
|
Jenis_obat
|
varchar
|
30
|
|
Harga
|
double
|
||
Stok
|
int
|
Kode
SQL:
Create
table obat(
kd_obat
varchar (10) primary key,
Nm_obat
varchar (30),
Jenis_obat
varchar (30),
Harga
double,
Stok
int)
ü Mengisi record data tabel
Untuk
mengisi data pada table dapat dilakukan dengan cara:
klick
table tertentu pada database kemudian pilih insert dengan data sebagai berikut:
Nis
|
Nm_siswa
|
Tmp_lahir
|
Tgl_lahir
|
Agama
|
alamat
|
No_hp
|
11111255
|
Elfita harefa
|
nias
|
17 agustus 1995
|
Kristen protestan
|
Jln. sibolga no.10
|
087721210011
|
11111256
|
Dio pardede
|
Batunabolon
|
19 september 1997
|
Kristen protestan
|
p.siantar
|
087721210012
|
11111257
|
Desy anggraini
|
p.batu selangit
|
13 juni 1999
|
Islam
|
p.batu selangit
|
087721210013
|
11111258
|
Imel Debora
|
Paneh tongah
|
07 september 1998
|
Katolik
|
Paneh tongah
|
087721210014
|
11111259
|
Widia krisjayanti
|
sinaksak
|
03 maret 1999
|
Islam
|
Pasar baru
|
087721210015
|
PENANGANAN FORM PADA PHP
Form
inputan dibuat dengan tag html. Halaman yang mengandung form murni (tidak ada
skrip php) tidak harus disimpan dalam bentuk php, biasa dalam bentuk html.
Untuk
merancang sebuah form inputan, setidaknya ada tiga hal metode peneriman data
form, yaitu:
1. Method.
Method dari sebuah form menentukan bagaimana
data inputan form digiring. Method ini ada dua macam, yaitu GET dan POST. Method
ini menentukan bagimana data inputan dikirim dan diproses oleh php.
2. Action.
Action darai sebuah form menentukan dimana
data inputan dari form diproses. jika action ini dikosongkan, maka dianggap
proses form terjadi dihalaman yang sama jadi halaman form dan halaman proses
bisa saja dipisah atau dijadikan satu.
3. Slubmit
button.
Slubmit button merupakan sebuah tombol yang
berfungsi sebagai trigger pengiriman data dari form inputan jika tombol iini
ditekan, maka data form akan dikrimkan (diproses) dihalaman yang telah
ditentukan pada atribut action.
Berbagai
cara penanganan form
Cara1: menyatukan antara form dan proses
Proses
pengolahan form dilakukan dihalaman yang sama dengan form inputannya. Jika
proses penanganan form berada disatu halaman, maka falue atribut actionpada tag home tidak perlu diisi
(dikosongkan).
Contoh:
Nama
file: input01.php
<html>
<head><title>
pengolahan form </title></head>
<body>
<Form
Action=" "METHOD="POST" NAME="input">
Nama
Anda: <input type="text" name="nama"><br>
<input
type="submit" name="input" Value="input">
</Form>
</body>
</html>
<?php
If(isset($_POST['input'])){
$nama=$_POST['nama'];
echo
"Nama Anda:<b> $nama</b>";
}
?>
Hasil
output:
Cara2: memisahkan antara form dan proses.
Proses
pengolahan formdilakukan dihalaman yang terpisah dengan form inputannya. Jika
proses penanganan form berada dilakukan dihalaman yang berbeda, maka value
atribut action pada tag form harus diisi dengan alamat halaman tempat proses
pengolahan form.
Contoh:
Nama
file: input02.php
<html>
<head><title>
Memisahkan Antara Form Proses </title></head>
<body>
<form
Action="proses02.php" METHOD="POST"
name="input">
Nama
Anda: <input type="text" name="nama"><br>
<input
type="submit" name="input" Value="input">
</form>
</body>
</html>
Outputnya:
Nama
file: proses02.php
<?php
if(isset($_POST['input'])){
$nama=$_POST['nama'];
echo
"Nama Anda: <b> $nama </b>";
}
?>
Tugas
Nama
file: input04.php
<html>
<head><title>
Pengolahan Form </title></head>
<body>
<Form
Action="proses04.php" METHOD="POST"
NAME="input">
Sahabat-sahabat
Dekatku<br>
<input
type="text" name="nama1"><br>
<input
type="text" name="nama2"><br>
<input
type="text" name="nama3"><br>
<input
type="text" name="nama4"><br>
<input
type="submit" name="input" Value="input">
</Form>
</body>
</html>
Nama
file: proses04.php
<?php
if(isset($_POST['input'])){
$nama1=$_POST['nama1'];
$nama2=$_POST['nama2'];
$nama3=$_POST['nama3'];
$nama4=$_POST['nama4'];
echo
"Nama Sahabat-sahabat Dekatku: <br><b></b>";
echo
$nama1."<br>";
echo
$nama2."<br>";
echo
$nama3."<br>";
echo
$nama4."<br>";
}
?>
Nama
file: input05.php
<html>
<head><title>
Login Here </title></head>
<body>
<Form
Action="proses05.php" METHOD="POST"
NAME="input">
<h2>Login
Here...</h2>
Username:
<input type="text" name="Username"><br>
Password:
<input type="Password" name="Password"><br>
<input
type="Submit" name="Login" Value="Login">
<input
type="Reset" name="Reset" Value="Reset">
</Form>
</body>
</html>
Nama
file: proses05.php
<?php
if(isset($_POST['Login'])){
$user=$_POST['Username'];
$pass=$_POST['Password'];
if
($user == "achmatim" && $pass == "123"){
echo
"<h2> Login Berhasil </h2>";
}
else {
echo
"<h2> Login Gagal </h2>";
}
}
?>
Form input type radio
Pada
inputan jenis radio button, user hanya bisa memilih satu plihan diantara beberapa
pilihan.
Contoh:
Nama
fied: input06.php
<html>
<head><title>
Pilih Jurusan </title></head>
<body>
<Form
Action="proses06.php" METHOD="POST"
NAME="input">
<h2>Pilih
Jurusan: </h2>
<input
type="radio" name="Jurusan" Value="RPL"
chaked> Rekayasa Perangkat Lunak<br>
<input
type="radio" name="Jurusan" Value="TKJ"
chaked> Teknik Komputer Jaringan<br>
<input
type="radio" name="Jurusan" Value="Animasi"
chaked> Animasi<br>
<input
type="radio" name="Jurusan" Value="Multimadia"
chaked> Multimadia<br>
<input
type="Submit" name="Pilih" Value="Pilih">
</Form>
</body>
</html>
Output:
input06.php
Nama
field: proses06.php
<?php
if(isset($_POST['Pilih'])){
$Jurusan=$_POST['Jurusan'];
echo
"Jurusan Anda Adalah<b><font color='red'>
$Jurusan</font></b>";
}
?>
Output:
proses06.php
Form
input type checkbox
Form
inputan jenis checkbox, user dimungkinkan memilih lebih dari satu pilihan.
Contoh:
Nama
field: input07.php
<html>
<head><title>
Inputan Checkbox </title></head>
<body>
<Form
Action="proses07.php" METHOD="POST"
NAME="input">
<h2>Pilih
Jurusan: </h2>
<input
type="Checkbox" name="Guru1" Value="Jonie"
chaked> Jonie<br>
<input
type="Checkbox" name="Guru2" Value="Mona"
chaked> Mona<br>
<input
type="Checkbox" name="Guru3" Value="Mary"
chaked> Mary<br>
<input
type="Checkbox" name="Guru4" Value="Tri"
chaked> Tri<br>
<input
type="Submit" name="Pilih" Value="Pilih">
</Form>
</body>
</html>
Output:
input07.php
Nama
field: proses07.php
<?php
if(isset($_POST['Pilih'])){
echo
"Guru Kesukaan Anda Adalah: <br>";
if(isset($_POST['Guru1'])){
echo"+".$_POST['Guru1']."<br>";
}
if(isset($_POST['Guru2'])){
echo"+".$_POST['Guru2']."<br>";
}
if(isset($_POST['Guru3'])){
echo"+".$_POST['Guru3']."<br>";
}
if(isset($_POST['Guru4'])){
echo"+".$_POST['Guru4']."<br>";
}
}
?>
Output:
proses07.php
Fungsi operasi tanggal pada PHP
Fungsi
dalam operasi tanggal diPHP yang utama dan sering digunakan adalah fungsi
date(). Fungsi ini akan menghasilkan tanggal dan waktu server sekarang.
Beberapa pilihan parameter dari fingsi date() ini dapat dilihat pada table
berikut ini:
Contoh:
Nama
file: date01.php
<html>
<?php
//sekarang
tanggal 12 november 2015 09:52:59
echo
"<br>".date("d/m/Y H:i:s"); //12/11/2015 09:52:59
echo
"<br>".date("F j,Y,g:i a"); //november12,2015,09:52:59AM
echo
"<br>".date("d.m.y");
echo
"<br>".date("Ymd");
echo
"<br>".date('j-m-y,it is w day z');
echo
"<br>".date('\i\t \i\s \t\h\e jS \d\a\y.');
?>
Output:
date01.php
MEMAHAMI PEMBUATAN APLIKASI PADA WEB
SERVER
Yang dimaksudkan dengan aplikasi interaktif yaitu adanya
interaksi yang dilakukan user terhadap web server atau interaksi antar user
melalui web server ketika sebuah aplikai menyediakan layanan input data,
chating dan layanan lainnya. Itulah yang dimaksud dengan aplikasi interaktif
dalam tingkat profesional aplikasi interaktif sudah sangat kompleks dilakukan
atau diimplementasikan di berbagai bidang seperti telekomunikasi, keuangan
bisnis dan lain-lain.
Pada materi ini kita akan mempelajari pembuatan aplikasi
interaktif sederhana dengan PHP dan MySQL, salah satu diantaranya adalah
aplikasi berita.
Beberapa hal yang penting untuk merancang aplikasi berita:
·
Merancang struktur database
·
Membuat file koneksi database
·
Membuat halaman input berita
·
Menampilkan berita terbaru
dihalaman depan
·
Menampilkan berita lengkap
·
Membuat halaman arsip berita
·
Membuat halaman edit berita
·
Membuat halaman delete berita
·
Membuat CSS
Merangcang struktur database
Untuk membuat aplikasi berita sedehana, langkah pertama
adalah merancang tabel-tabel data base yang diperlukan secara sedehana,
struktur tabel dapat dibuat dengan spesifikasi sebagai berikut:
1.
Tabel berita
Nama Field
|
Tipe
|
Panjang
|
Keterangan
|
id_berta
|
Integer
|
5
|
primery key, auto increment
|
id_kategori
|
Integer
|
5
|
foreign key
|
Judul
|
Varchar
|
100
|
|
Headline
|
Text
|
-
|
|
Isi
|
Text
|
-
|
|
Pengirim
|
Varchar
|
15
|
|
Tanggal
|
Datetime
|
-
|
2.
Tabel Kategori
Nama field
|
Tipe
|
Panjang
|
Keterangan
|
id_kategori
|
Integer
|
3
|
primery
key, auto increment
|
nm_kategori
|
Varchar
|
30
|
|
Deskripsi
|
Varchar
|
100
|
Berikut
ini perintah SQL untuk membuat tabel berita :
Create table berita(
Id_berita
integer(5)unsigned not null primary key auto_increment,
Id_kategori
integer(3)unsigned not null default ‘0’,
Judul varchar(100) not
null default ‘ ‘,
Headline text not
null,
Isi text notnull,
Pengirim varchar(15) not null default ‘ ‘,
Tanggal datetime not null default ‘0000-00-00 00:00:00’)
|
Create table(
Id_kategori integer(3)
unsigned not null primary key auto_increment,
Nm_kategori
varchar(30) not null default ‘ ‘,
Dekripsi varchar(200) not null default ‘ ‘)
|
Membuat direktori web
Buatlah sebuah polder dengan nama berita, pada direktori c:/xampp/htdocs
Membuat file koneksi database
nama file : koneksi.php
<?php
$host="localhost";
$user="root";
$pass="";
$dbnm="pw2";
$conn=mysql_connect ($host,$user,$pass);
if ($conn) {
$buka=mysql_select_db ($dbnm);
if (!$buka) {die ("database tidak dapat di
buka");
}
}
else {
die ("server mysql tidak terhubung");
}
?>
Navigation
